Dua Pekan jadi Buronan, Tersangka Kasus Pencurian Dibekuk

Pelaku pencurian dengan pemberatan diamankan anggota Reskrim Polsek Rambang Lubai, Selasa (12/01/2021). Foto: polsek rambang lubai for Palpos.id

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Jajaran Reskrim Polsek Rambang Lubai, berhasil membekuk Upi Yogindra (23), buronan kasus curat di rumah Jamari (44), warga Dusun Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Selasa (12/01/2021), sekitar pukul 12.00 WIB.

Pelaku yang tercatat satu desa dengan korban ini dibekuk di rumahnya setelah dua pekan kabur pasca membobol rumah korban, Senin (28/12/2020). Penangkapan pelaku dipimpin Kanitreskrim Iptu Aisen Hower SH.

Dari pelaku disita barang bukti Handphone merek Vivo Y91C warna biru hitam, kotak handphone Vivo Y91C milik korban dan kotak handphone VIVO Y91C (palsu) milik pelaku.

Kapolres Muara Enim AKBP Donny Sianipar SIK, melalui Kapolsek Rambang Lubai AKP Apriansyah SH MSi menjelaskan,  kejadian pencurian dengan pemberatan yang dilakukan pelaku dipenghujung bulan Desember 2020 di rumah korban Jamari. Dalam aksinya pelaku mengambil Handphone merek Vivo Y91C warna biru hitam, kotak handphone Vivo Y91C milik korban.

Pada waktu bersamaan korban terbangun hendak pergi berkebun menyadap karet. Kemudian hendak mengambil handphone yang di charger diruang tamu. Namun handphone milik sudah tidak ada lagi.

“Awalnya korban curiga melihat dinding papan rumahnya telah dirusak dengan cara dicongkel dengan menggunakan kayu. Lalu korban menyadari bahwa handphone miliknya telah hilang dicuri orang yang tidak dikenal. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp2.600.000 dan melaporkan ke Polsek Rambang Lubai,” ujarnya.

Setelah menerima laporan tersebut anggota reskrim melakukan penyelidikan dan telah mengantongi indentitas pelaku. “Siang tadi anggota kita anggota kita didapat informasi dari warga bahwa pelaku berada di rumahnya dan langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti,” jelasnya.

Dari hasil introgasi anggota pelaku mengakui perbuatannya melakukan pencurian dengan pemberatan terhadap korban. “Pelaku dikenakan pasal 363 dengan kasus pencurian dengan pemberatan,” jelasnya. (ozi)