Ketua DPRD Prabumulih, Nakes Harus Siap dan Wajib Divaksin Duluan

Sutarno SE, Ketua DPRD Kota Prabumulih. Foto: istimewa/humas dprd prabumulih

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Beredarnya isu menyebutkan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) ragu dan khawatir disuntik vaksin Sinovac yang merupakan vaksin corona buatan perusahaan asal China, mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Kota Prabumulih, Sutarno SE.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini secara tegas mengatakan, para tenaga kesehatan tersebut wajib menjalani vaksin covid sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 84 tahun 2020 tentang pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi covid-19 yang salah satu isinya mengatur tentang  kelompok prioritas penerima vaksin tersebut.

“Harus siap (nakes divaksin) dan wajib, apalagikan tenaga kesehatan garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan penyebaran covid-19 ini,” ujar Sutarno ketika dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (12/01/2021).

Dikatakan pria penghobi olahraga bulutangkis ini, tidak ada alasan bagi nakes menolak divaksin karena memang ada protap (protokol tetap) dan petunjuk teknis pelaksanaan suntik vaksin yang dikeluarkan oleh pemerintah, nakes masuk dalam kelompok prioritas.

“Wajib, ya artinya kalau dijuknisnya dan juga mencukupi vaksinnya yang dari ketersedian vaksin cukup ya memang protapnya juknisnya nakes duluan wajib disitu wajibnya ya di vaksin, tidak ada alasan,” tegasnya.

Apabila nakes menolak divaksin sambung Sutarno, dikhawatirkan akan terbentuk opini tidak baik terkait vaksin tersebut di masyarakat. “Nah jadi takutnya ini itu bae (nakes) dak galak apolagi kami, itu pandangan dimasyarakat,” tuturnya.

Oleh karena itulah sambung Sutarno, untuk meyakinkan masyarakat dirinya bersedia untuk disuntik vaksin duluan. “Kalau saya sudah saya katakan sangat bersedia divaksin, untuk jadi contoh dimasyarakat tapi jangan diputar balikan nanti ada omongan mentang-mentang pejabat duluan divaksin,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Prabumulih, dr Happy Tedjo MKes belum lama ini mengatakan, Kota Prabumulih mendapatkan kuota vaksin Sinovac sebanyak 2.816 dosis. Vaksin tersebut nantinya, akan diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. (wan)