Lima Jaksa Kejari Prabumulih Dapat Promosi Jabatan

Kajari Prabumulih, Topik Gunawan SH memberikan cinderamata kepada Firmansyah SH staf seksi pidum yang mendapat promosi jabatan menjadi Kasi BB di Kejari Muba, Selasa (12/01/2021). Foto: prabu/Palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Lima jaksa di Kejari Prabumulih dimutasi keluar daerah. Dari lima jaksa dimutasi tersebut, dua diantaranya mendapat promosi jabatan.

Yaitu Firmansyah SH yang selama ini jaksa fungsional di seksi Pidana umum, dipromosikan menjadi Kasi (kepala seksi) Barang Bukti dan Barang Rampasan di Kejari Muba.

Kemudian, Alfian Jauhari Hanif SH yang semula jaksa fungsional di seksi perdata dan tata usaha negara (Datun), dipromosikan menjadi Kasi Datun di Kejari Halmahera Selatan.

Sedangkan dua jaksa lainnya, yang baru saja menyelesaikan Pendidikan Pembentukan Jaksa (PPJ) M Rizki Romy Perkasa SH MH dan M Andri Mirmaska SH MH mendapat penempatan tugas baru di Kejari Aceh Barat dan Kejari Simeule Aceh.

Selanjutnya, Hendra Syahputra Delimunthe SH MH yang menjabat Kasi Datun, dimutasikan ke Kejari Landak Kalimantan Barat sebagai Kasi Pidsus. Jabatan yang ditinggalkannya diisi oleh Irfano Rukmana Rachim SH yang sebelumnya bertugas di Kejari Jakarta Utara.

Kajari Prabumulih, Topik Gunawan SH MH mengatakan, mutasi adalah hal yang biasa dilakukan di korp Adhyaksa. “Itu hal yang biasa dan lumrah terjadi, bisa setahun dua kali, tiga kali dan pasti terjadi, tinggal siapa yang kena mutasi dan mutasinya kemana,” ujar Topik dalam acara pisah sambut Kasi Datun, di Aula Kejadi Prabumulih, Selasa (12/01/2021).

Topik berpesan kepada seluruh staf, agar berpikiran positif terkait dengan mutasi jabatan tersebut. “Saya juga tidak pernah menyangka akan menjadi kejari kedua kali di Prabumulih ini, padahal saya jabatan kasi cuma satu kali,” tuturnya.

Lebih lanjut Topik berpesan kepada jaksa yang dimutasi tersebut, untuk dapat segera mengenali lingkungan baru dan harus dapat memberi warna ditempat bertugas. “Kami ucapkan terima kasih kepada para pegawai yang pindah, yang buruk jangan dikenang tapi yang baik dikenang,” bebernya.

Sementara, kepada Kasi datun yang baru Kajari berpesan supaya segera menyesuaikan diri dengan kebiasaan adat istiadat yang ada di daerah sekitar. (wan)