Takut Timbulkan Penyakit, Warga Keluhkan Lalat dari Peternakan Ayam

Kandang peternakan ayam di Jalan Poros Noerdin Pandji tidak jauh dari jalan, Rabu (13/01/2021). Foto: padri/Palpos.id

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID – Warga mengeluhkan peternakan ayam di Jalan Poros Noerdin Pandji Desa Mekar Jaya (3a) Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang.

Pantauan dilapangan, peternakan ayam itu sudah lama beroperasi dan bertempat dipinggir jalan kurang lebih 100 meter dari badan jalan, serta dekat pemukiman warga.

“Sangat mengganggu karena kotor, ayam itu mengundang banyak lalat. Jadi lalatnya beterbangan dapat menimbulkan penyakit,” kata warga setempat berinisial T ini.

Masih dikatakan T, kalau peternakan ayam itu mengantongi izin alangkah baiknya dilakukan penyemprotan, agar lalat-lalat yang beterbangan tidak mengganggu warga sekitar.

“Untuk instansi berkompeten agar dapat memberitahukan kepada pemilik peternakan untuk melakukan penyemprotan, supaya lalatnya tidak beterbangan kemana-mana,” jelasnya.

Sebab ungkapnya, disekitaran kandang peternakan ayam itu berdampingan pemukiman warga, selain bisa menimbulkan penyakit juga dapat mengganggu warga sekitar. “Disekitaran kandang ayam banyak pemukiman warga Perumnas maupun ada perkantoran,” ucapnya, Rabu (13/01/2021).

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Empat Lawang Irtansi SE, melalui Kasi Penataan dan Pentaatan Lingkungan Hidup (PPLH) Yulias mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan terhadap pemilik peternakan.

“Tahun kemarin kami mendapat laporan dari Kantor Dinas Koperasi, sudah ditanggapi, sudah dikasihkan komitmen dan teguran untuk melakukan pengelolaan penyiraman kotoran dibawa kandang, dan aliran limbahnya dialirkan ke kolam untuk dibersihkan setiap hari,” kata Yulias.

Masih dikatakan Yulias, kalau izin SPPL-nya sudah ada, akan tetapi untuk izin lainnya peternakan ayam itu belum memiliki izin. “Kalau SPPL nyo sudah keluar, sebab sudah memenuhi syarat, kalau izin yang lain tidak disetujui,” sambungnya.

Kalau mengikuti prosedurnya, bagi masyarakat ingin melaporkan keluhannya bisa langsung mengirimkan surat resmi ke dinas dan akan ditanggapi oleh kepala langsung.

“Tapi tetap ditanggapi dari bidang kami untuk pengawasannya. Nanti kami akan lakukan pengawasan lagi dan akan berikan teguran kedua kepada pemilik ternak ayam itu. Kalau memang tidak lagi taat atau mau ikuti aturan, maka kami akan mencabut izin SPL-nya,” tukasnya. (pad)