Harga Kedelai Naik, Pabrik Kecilkan Ukuran Tahu

PALEMBANG, Palpos.Id – Di tengah kenaikan harga kacang kedelai yang meroket, membuat pabrik tahu yang ada di Kota Palembang libur berproduksi. Kalau pun masih ada, tahu dibuat dengan ukuran yang lebih kecil.

Seperti yang dilakukan oleh Pabrik Tahu Elen yang berdomisi di Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I yang sudah 2 hingga 3 hari ini libur berproduksi.

” Kita sih masih berproduksi namun ukuran tahunya kita kecilkan aja. Tahu ukuran kecil kita jual Rp 500 perbutir, tahu sedang Rp 700, dan tahu besar Rp 1000 perbutir.
Karena kalau dinaikan, masyarakat pasti mengeluh. Dan memang, selama 2-3 hari kita libur,” ungkapnya Dewi (44) pemilik Pabrik Elen saat disambangi di pabriknya, Selasa (12/1).

Ditambahkannya, harga kacang kedelai sekarang memang naik, dari Rp 6.700 per kilo menjadi Rp 9000 perkilo. Dikatannya, seharusnya dengan melihat harga kedelai sekarang, dia menaikan harga tahu yang besar Rp 1.500 perbutir.

Lebih lanjut, namun karena takut konsumen mengeluh dan kehilangan mereka, terpaksa tahu dijual dengan harga tetap, namun ukurannya saja yang dikecilkan.

“Kalau menurut produsen kedelai yang ada di Padang Selasa, tempat saya biasa beli. Kenaikan ini karena, Ekspor kedelai dari Amerika tidak langsung ke Indonesia. Tetapi ke Nagara Cina terlebih dahulu. Sehingga kita ini sudah tangan ke-3,” ujarnya.

Dirinya sendiri mengaku, semenjak pandemi omzetnya berkurang. Karena konsumen mereka kebanyakan dari pedagang asongan yang berjualan didekat sekolahan.

“Sebelum pandemi, ketika anak-anak masih sekolah tatap muka, kita berproduksi hingga 300 kg perhari. Karena pedagang asongan banyak yang beli. Tapi sejak Covid-19 kita produksi sekitar 200 kg perhari. Ditambah harga kedelai sekarang naik,” tuturnya.

Lebih lanjut, dulu keuntungan mereka mencapai Rp 4 sampai 5 ratus ribu, sekarang hanya sekitar Rp 100 ribu perhari. Otomatis mereka hanya mengharapkan warga yang membeli tahu untuk lauk pauk saja.

“Harapan saya, harga kedelai bisa kembali normal. Dan dari pembeli juga kalau bisa jangan mengeluh. Karena naiknya bukan dari kita, tapi dari produsen kedelainya,” tutupnya. (ian)