Yonex Thailand Open 2021, Tempatkan Dua Wakil di Final

Gresyia Polii/Apriani Rahayu. foto : badmintonindoensia.org

THAILAND, Palpos.Id – Indonesia menempatkan dua wakil di partai final Yonex Thailand Open 2021. Peluang Indoesia untuk menyabet tiga gelar masih terbuka, lantaran tunggal putra Anthoni Ginting belum bermain.

Wakil pertama yang menjejak partai puncak yakni ganda campuran Praveen/Melati, usai mengalahkan pasangan Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan straight game. Duel sengit langsung terjadi di gim pertama, Sabtu (16/1/2021).

Unggulan dua itu menutup gim pertama dengan kemenangan atas 21-16 atas Gicquel/Delrue. Di gim kedua, Praveen/Melati tertinggal di posisi 1-5. Indonesia memperkecil jarak menjadi 3-6 lewat smes yang dilakukan Melati. Sayang, mereka tak bisa mempertahankan, Praveen/Melati kembali kehilangan angka jadi 3-7.

Hingga interval kedua, Praveen/Melati belum bisa meraih angka. Gicquel/Delrue menutup interval kedua dengan skor 5-11. Setelah jeda minum, Praveen/Melati melancarkan permainan cepatnya. Mereka memperkecil selisih poin menjadi 9-11, usai mengumpulkan empat angka.

Situasi kian tegang setelah, Gicquel/Delrue mampu membuat angka menjadi deuce dua kali 20-20 dan 21-21. Praveen/Melati akhirnya mampu menghentikan perlawan Gicquel/Delrue dengan kemenangan 23-21 lewat smes keras Praveen.

Di partai final, Praveen/Melati menghadapi pasangan Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, yang juga mengantongi tiket ke final  setelah menumbangkan pasangan Korea Selatan.

So Hee/ Seung Chan il kedua di final yakni pasangan Greysia Polii/Apriani Rahayu. Meski dengan perjuangan berat, Gresyia/Apriani berhasil menumbangkan pasangan Soo Hee/Seung Chan, usai memaksa main tiga game.

Di babak pertama Greysia Polii/Apriyani Rahayu menyerah 15-21. Memasuki gim kedua, permainan sengit terjadi. Kedua pasangan saling susul menyusul angka. Gim ini milik pasangan Gresyia Polii/Aprinai 21-15 dan berhasil memaksa bergulirnya rubber.

Pada gim penentuan, permainan kedua pasangan sempat alot. Mereka banyak bermain reli-reli panjang. Bagusnya, Greysia/Apriyani mampu mempertahankan keunggulan hingga jeda minum 11-9.

Korea sempat mengambil satu angka selepas interval ketiga, tapi kemudian Greysia/Apriyani kembali mengumpulkan tiga poin berturut-turut 14-10. Ganda asuhan Eng Hian hampir tak mendapat hambatan berarti. Mereka terus menjauh 18-13.

Pasangan Korea itu meraih dua angka dan memperkecil jarak menjadi 16-19. Akan tetapi, Greysia/Apriyani kemudian menutup peluang lawan skor menjadi 20-16. Di match poin, Greysia/Apriyani mengakhiri laga 21-16 setelah challenge Korea dinilai gagal. (*)