SMK Negeri 1 Prabumulih Buka Kelas Industri

Son Suardi, Kepsek SMKN 1 Prabumulih ketika diwawancarai wartawan, Senin (18/01/2021). Foto: prabu/Palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Guna menyiapkan alumni yang memiliki daya saing, SMK Negeri 1 Prabumulih bakal membuka Kelas Industri. Hal itu diungkapkan, Kepsek SMK Negeri 1 Prabumulih, Son Suarli SPd MPd, Senin (18/01/2021).

“Kita akan mengadakan kelas industri nantinya, sekitar 20 orang siswa,” ujar Son Suarly diwawancarai wartawan usai MoU penyelarasan kurikulum link and match dengan IDUKA (industri dunia usaha dan dunia kerja) dan Job Maching SMKN 1 Prabumulih.

Dikatakan Son, kelas industri dipantau dan dibentuk perusahaan industri. “Kelas ini memang dipantau dibentuk oleh industri, nanti datang guru tamu (dari pihak industri),” ungkapnya.

Lebih lanjut Son menuturkan, untuk dapat masuk ke kelas industri siswa harus mengikuti seleksi. “Satu kelas itu 20 orang jadi diseleksi dulu, nanti dari beberapa orang itu diambil dari yang lolos seleksi dilakukan pihak industri dan juga pihak sekolah,” bebernya.

Masih kata Son Suarly, dibukanya kelas industri tersebut merupakan tindaklanjut dari penandatangan MOU penyelarasan kurikulum link and match dengan IDUKA dan Job Maching SMKN 1 Prabumulih. “Kita MOU dengan 8 IDUKA,” ucapnya.

Dengan kerjasama itu, sambung Son, pihak IDUKA akan menjadi guru pengajar. “Setelah kami susun, guru tamu dari mereka akan kita atur 50 jam persemester kami akan membuka kelas industri ini kelas binaan, mereka yang akan membinanya,” bebernya.

Nantinya alumni kelas industri kata Son, akan ditampung oleh IDUKA. “Setelah keluar mereka akan menarik, ditampungnya, karena mereka yang memantau mendatangkan guru tamu, selalu melihat kondisi terus sementara kurikulum sudah diselaraskan dengan dunia usaha,” tandasnya.

Namun ketika ditanya ada tidak jaminan atau kuota dari pihak Iduka langsung merekrut alumni Kelas Industri? Son menuturkan, belum ada jaminan kuota tersebut. “Belum, kayak PT KAI kemarin katanya mereka masih ada persyaratan utama yang harus dipenuhi tapi kita menjadi prioritas sepanjang memenuhi syarat,” pungkasnya. (wan)