Pasutri Kepergok Curi Getah Karet di Kebun PTPN 7

Tersangka Heli Fitriono yang diamankan di Mapolsek Rambang Lubai, Selasa (19/01/2021). Foto: humas polsek rambang lubai

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Sial nasib pasutri, Heli Fitriono (35) dan Suleha (32), warga Desa Karang Mulya Kecamatau Lubai Ulu Kabupaten Muara Enim.

Pasutri ini kepergok sekuriti saat mencuri getah karet di Blok U9 Afdeling 1 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Beringin Desa Sumber Mulya Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim, Senin (18/01/2021), sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat melakukan aksinya, pasutri ini mengendarai motor Yamaha Mio J sambil membawa beberapa ember dan pisau sadap. Pasutri ini begitu cekatan saat beraksi.

Mereka sempat menggondol 80 kg getah karet hasil kebun perusahaan BUMN tersebut. Nahasnya, saat hendak kembali melanjutkan aksinya, pasutri ini dipergoki sekuriti perusahaan yang sedang berpatroli keliling kebun.

Sontak saja, Heli bersama sang istri tak mampu lagi mengelak, hingga kemudian pasangan inipun diamankan petugas lalu diserahkan ke Polsek Rambang Lubai.

Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar, melalui Kapolsek Rambang Lubai AKP Apriansyah, dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya kedua pelaku berstatus suami istri telah dijadikan tersangka dan ditahan atas kasus pencurian dengan jeratan pasal 363 KUHP.

“Kedua pelaku ditetapkan tersangka setelah mengakui perbuatannya mencuri karet diareal kebun inti milik PTPN VII,” ujar Apriansyah, Selasa (19/01/2021).

Selain menetapkan tersangka dan menahan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti yakni sepeda motor milik pelaku. Lalu sebanyak 2 karung plastik berisi getah karet dengan berat 80 kg, 2 buah ember dan 2 pisau sadap. “Atas kejadian pencurian ini pihak PTPN7 Beringin mengalami kerugian sebesar Rp3,5 juta,” jelasnya. (ozi)