Usul Vaksin Covid-19 untuk Jemaah Haji

Ilustrasi vaksin untuk jemaah haji. foto: istimewa/youtube.com

JAKARTA, PALPOS.ID – Jemaah haji dan umrah Indonesia diusulkan bisa mendapatkan vaksin COVID-19. Sehingga kebal terhadap infeksi virus saat menjalan aktivitas ibada haji di Tanah Suci.

Terkait hal ini, Kemenag sudah menyurati Kementerian Kesehatan agar jemaah serta petugas haji serta umrah bisa mendapat vaksin.

“Terkait jumlah vaksin, kami memohon kepada Kemenkes agar dapat mengalokasikan vaksin untuk 257.540 orang,” kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (19/01/2021).

Menurutnya, ada sejumlah pertimbangan jemaah agar masuk kategori prioritas vaksinasi. Pertama, jemaah calon haji tahun 2021 kemungkinan ditolak kedatangannya oleh otoritas Arab Saudi apabila belum mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Kedua, jika belum divaksin, maka akan memerlukan waktu bagi jemaah setibanya di Saudi. Karena harus menjalani karantina, tempat dan biaya. Para jemaah juga wajib menjalankan disiplin 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak) secara ketat selama menjalankan ibadah haji.

“Ketiga, jika belum divaksin, jemaah harus melakukan tes usap PCR saat karantina, sebelum dan setiba di Arab Saudi. Yang keempat, jika belum divaksin, perlu penerapan physical distancing di embarkasi. Selama penerbangan dan selama di Arab Saudi serta setibanya jemaah di Indonesia,” imbuh Yaqut.

Dia masih menunggu respons dari Menteri Kesehatan terkait permintaan vaksin bagi jemaah haji. Dikatakan, jika kuota haji normal, maka vaksinasi perlu dilakukan kepada sekitar 257.540 orang.

Angka tersebut terbagi untuk 221 ribu jemaah haji reguler dan haji khusus, 4.200 petugas kloter dan petugas nonkloter, 3.400 petugas haji di seluruh provinsi.

Selain itu, juga kepada 18 ribu pembimbing haji pada 6 ribu KUA Kecamatan di seluruh Indonesia. “Termasuk 10.940 panitia dan pembimbing manasik pada 547 kab/kota seluruh Indonesia,” urainya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mengatakan pihaknya segera membahas kemungkinan vaksin COVID-19 diberikan kepada jemaah haji Indonesia.

“Kita akan mengundang Menteri Kesehatan menyangkut kesediaan vaksin. Kita harus prioritaskan jemaah haji divaksin terlebih dahulu,” jelas Ace. (rh/fin)