Februari, Vaksinasi Covid-19 Dilakukan di Lubuklinggau

Walikota Nanan memberikan arahan dalam rakor lintas sektoral, Rabu (20/01/2021). Foto: maryati/Palpos.id

LUBUKLINGGAU, PALPOS.ID – Vaksinasi Covid-19 di Kota Lubuklinggau baru akan dimulai pada Februari mendatang. Pelaksanaan vaksinasi tersebut bakal diawali dengan tahapan sosialisasi ke masyarakat.

“Sosialisasi akan dilakukan perkecamatan,” demikian diungkapkan Walikota Lubuklinggau, H SN prana Putra Sohe ( Nanan),  usai rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka analisa dan evaluasi penanganan pandemi Covid-19, di Mapolres Lubuklinggau, Rabu (20/01/2021).

Dikatakan Nanan, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan serentak ditempat-tempat yang telah disiapkan.  Yang menjadi priorotas bukan hanya tenaga kesehatan (nakes), melainkan juga toko masyarakat (tomas), termasuk Polri dan TNI, serta wartawan yang sering liputan dan kontak dengan banyak narasumber.

“Yang kita prioritaskan, tomas, polisi, tentara termasuk juga wartawan, karena wartawan yang sering kumpul wawancara seperti ini,” kata Nanan.

Orang nomor satu di Kota Lubuklinggau ini juga mengingatkan agar masyarakat tidak perlu takut divaksin. Karena vaksin yang diberikan tidak jauh berbeda seperti vaksin-vaksin  lainnya. “Sama saja seperti vaksin polio dan vaksin-vaksin lainnya,” tuturnya.

Disinggung sanksi bagi warga yang menolak untuk divaksin, dia menegaskan tidak akan memberlakukan sanksi denda seperti yang dilakukan daerah lain. “Kalau menolak ya rugi sendiri,” ujarnya.

Namun dipastikan Nanan, sosialisasi pentingnya vaksin Covid-19 akan disampaikan ke masyarakat. “Karena kalau tidak mau divaksin artinya tidak berusaha menyelamatkan diri sendiri juga mengancam keselamatan jiwa orang lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Nuryono, menegaskan bahwa pihaknya siap mengawal dan mengamankan proses vaksinasi, mulai dari pendistribusian. “Mulai pendistribusian dari Palembang setelah sampai kita amankan hingga pelaksanaan vaksin ke nakes, TNI-Polri, Pelayanan Publik dan terakhir  ke masyarakat,” ujarnya.

Mengenai jumlah personil pengamanan, menurut Nuryono, akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. “Jumlahnya fleksibel, yang jelas seluruh personil kita siapkan,” pungkasnya. (mar)