Larangan Salat Id Berlaku di Muara Enim dan Lawang Kidul

Foto bersama usai pertemuan tentang PPKM idul fitri, Kamis (06/05/2021). Foto: diskominfo muara enim

MUARA ENIM, PALPOS.ID – Dua kecamatan zona merah di Kabupaten Muara Enim, Muara Enim dan Lawang Kidul dipastikan dilarang menggelar salat id di Masjid ataupun di Lapangan terbuka. Pelarangan tersebut berdasarkan keputusan bersama Pemkab Muara Enim bersama organisasi keagamaan Islam.

Adapun keputusan bersama tentang panduan PPKM menyambut perayaan Idul Fitri 1442 H ditandatangi Plh Bupati Muara Enim, Kemenag, Kapolres Muara Enim berserta Forkopimda. Dengan melibatkan ormas islam diantaranya PD Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia, Nahdalatul Ulama, Baznas serta FKUB, Kamis (06/05/2021).

Plh Bupati Muara Enim, H Nasrun Umar (HNU) mengatakan dalam rangka menghadapi hari raya Idul Fitri 1442 H ditengah pandemi Covid-19, pemkab bersama ormas melarang pelaksanaan sholat id didua kecamatan zona merah yakni Muara Enim dan Lawang Kidul.

“Untuk kedua kecamatan ini tidak boleh menggelar sholat id, baik itu dimasjid ataupun dilapangan terbuka,”tekan HNU ditemui disela operasi penyekatan mudik di Simpang Belimbing, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, Kamis (06/05/2021).

HNU mengatakan pelarangan tersebut sesuai arahan presiden, menteri dan menteri agama dalam rangka menjaga dan melindungi masyarakat atas perkembangan kasus penyebaran Covid-19.

Meski demikian, HNU mengatakan sholat idul fitri boleh dilaksanakan dimasjid atau lapanagan terbuka diwilayah zona hijau. “Syaratnya jumlah audiens atau jemaah paling banya 50 persen dari kapasitas dan tentu memperhatikan protokol kesehatan,”ungkapnya.

Selain pelarangan sholat Id diwilayah zona merah, HNU mengatakan pemerintah juga menghimbau masyarakat dizona merah untuk tidak melaksanakan itikaf berjamaah pada malam terakhir Ramadhan di masjid dan mushola.

Kemudian menyambut hari raya, HNU juga meminta masyarakat untuk tidak melaksankan takbir keliling. Kegiatan malam takbir boleh dilaksanakan oleh pengurus masjid saja melalui pengeras suara dengan memperhatikan protokol kesehatan. (ozi)