Mahmudin Bantah Isu Jemaah Negara Lain Boleh Masuk

Ilustrasi haji. foto: istimewa/net

EMPAT LAWANG, PALPOS.ID – Terkait masalah pembatalan pemberangkatan jemaah haji indonesia tahun 2021, terkhusus jemaah haji asal Kabupaten Empat Lawang, mendapat kritikan dari tokoh masyarakat di bumi saling kruani sangi krawati.

Menurut salah satu tokoh masyarakat asal Kecamatan Muara Pinang Syaifudin menuturkan, dengan dibatalkannya pemberangkatan jemaah haji tahun ini dapat dipastikan para jemaah haji banyak yang keberatan.

“Jemaah yang batal berangkat pasti keberatan, ya karena mereka sudah menunggu puluhan tahun, tapi hendak berangkat dibatalkan,” ucapnya, Jumat (11/06).

Seharusnya, lanjut Syaifudin, dalam hal ini pemerintah harus memberikan solusi dan menjelaskan apa alasan yang menjadi jemaah haji indonesia dibatalkan, sedangkan jemaah haji negara lain tetap bisa melaksanakan haji.

“Pemerintah harus bisa memberi solusi jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan. Dan pemerintah juga mempertanyakan mengapa negara lain tetap bisa berangkat, sedangkan indonesia tidak,” jelasnya.

Sementara Kasi Haji pada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Empat Lawang Mahmudin mengatakan, terkait pembatalan jemaah haji indonesia terkhusus juga jemaah haji asal Empat Lawang mengikuti keputusan menteri agama.

“Sudah keputusan pemerintah melalui Keputusan Menteri Agama No 660 Tahun 2021,” ungkap Mahmudin melalui via pesan singkat whatsapp, Jumat (11/06).

Mahmudin juga membantah terkait isu yang beredar, mengenai jemaah haji negara lain bisa masuk, sedangkan jemaah asal negara indonesia tidak boleh masuk.

“Informasi dari mana itu, setahu kami pemerintah kita / kemenag  hingga saat ini, Arab Saudi belum menyampaikan kuota haji disetiap negara. Informasi itu hoax, memang dibuka tapi untuk urusan bisnis tidak bisa masuk ke dua kota suci Makkah dan Madinah,” bantahnya.

Ditambahkannya, untuk para jemaah haji asal Empat Lawang sejauh ini belum terdapat jemaah yang menarik dana haji. “Sejak adanya KMA no 660/ 2021 sampai saat ini belum ada. Tapi kami tetap menginfokan ke mereka prosedur pengambilan dana pelunasan atau menarik dana setoran hajinya,” tukasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera