8 Calon Ketua Baznas Rebutan Rekomendasi Pusat

H Najamuddin, Ketua BAZNAS Prabumulih. Foto: prabu/palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Setelah berhasil lolos dalam seleksi adminstrasi, tertulis dan wawancara yang dilakukan oleh panitia seleksi, sebanyak 8 orang dari 11 orang peserta calon Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Prabumulih masa bhakti 2020-2025 berhasil mengantongi rekomendasi dari panitia seleksi daerah, untuk diusulkan ke BAZNAS RI (pusat).

“Awalnya ada sebelas orang yang mendaftar, namun dari jumlah itu yang berhasil lulus seleksi administrasi, tertulis dan wawancara maka didapatkanlah sebanyak  delapan orang. Dari delapan orang itulah yang diusulkan ke Baznas pusat,” ujar Najamudin, Sabtu (12/06).

Dikatakannya, ke delapan orang calon ketua BAZNAS itu nantinya kembali akan menjalani seleksi untuk mendapatkan rekomendasi dari BAZNAS pusat. “Jadi sesuai undang-undang, hasil seleksi akan dilaporkan ke baznas pusat mereka akan diberikan rekomendasi,” ucapnya.

Masih kata Najamudin, berdasarkan undang-undang banzas pusat nantinya ahanya mengeluarkan rekomendasi paling banyak lima nama. “Siapa yang direkomendasi dari delapan orang itu, berdasarkan undang-undang boleh tiga sampai lima,” bebernya.

Nantinya nama yang mengantongi rekomendasi dari Baznas itu sambung Najamudin, kembali akan dipilih oleh panitia didaerah. “Nanti akan dipilih lagi siapa yang akan menjadi ketua, jadi pusat hanya sebatas rekomendasi setelah itu kita laporkan kepada walikota,” tuturnya.

Ditanya apa saja pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Ketua Baznas terpilih mendatang, Najamudin menuturkan salah satu tugas yang telah menanti yaitu penyelesaian pembangunan rumah layak huni bagi warga tidak mampu yang dananya berasal dari infaq dan sadaqoh aparatus sipil negara dilingkungan pemkot prabumulih.

“Tugasnyakan mengelolah zakat, infaq dan sadaqoh. Utamanya sekarang kita mengelola zakat infak dari PNS pemkot, sejak dari tahun 2013 sudah hampir 800 rumah kita bangun ya sekarang tersisa kurang lebih 200 an lah yang belum terealisasi. Itu kita tetap fokus 10 rumah per bulan sesuai arahan pak wali dan infaq yang masuk,” pungkasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera