Berburu Barakuda di Perairan Karang Hendrik

SUNGSANG, PALPOS.ID –  Perairan Karang Hendrik merupakan surganya bagi para pemancing mania.

Spot mancing ini lokasinya di Selat Bangka Provinsi Bangka Belitung yang berbatasan dengan perairan Sungsang Kecamatan Banyuasin 2 Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Untuk menuju Karang Hendrik, angler lover bisa melalui Dermaga Sungsang atau Muntok. Tapi Tim Graha Pena Fishing Club (GPFC) lebih memilih Dermaga Sungsang menggunakan kapal pompong yang memakan waktu tak lebih dari 3 jam.

Deru mesin pompong dan gemericik air ditambah senda gurau selama perjalanan menambah sensasi tersendiri, Sabtu (12/06). Tanpa terasa dari kejauhan sudah terlihat Bukit Menumbing seperti melambaikan tangannya menyambut kedatangan angler lover Graha Pena Fishing Club Palembang.

Kami pun tiba di perairan Karang Hendrik yang menjadi sarangnya ikan-ikan besar seperti Barakuda, Kakap Hitam, Simba, GT, Kerapu, ekor kuning dan masih banyak lagi ikan karang lainnya.

Di sini kita bisa memancing teknik trowing, jigging, dan dasaran. Sembari menunggu pancing ditarik ”monster” Karang Hendrik, mata pun tertuju akan indahnya ciptaan Tuhan  memandang sekeliling laut yang tak bertepi ini.

Ombak pun cukup bersahabat. Kapal kepompong yang kami tumpangi pun cukup tenang diayun gelombang. Setelah melepas lelah perjalanan sejenak, Guide Leader kami, Pak Endang mulai melepas pancing dengan teknik trowing dari atas kepompong.

Tak butuh waktu lama, kami langsung strike. Seekor Barakuda seberat lebih 2 kilogram berhasil diangkat ke kapal. Strike pun langsung dirasakan angler lain. Seperti kakap hitam seberat 5 kg dan kerapu. Mancing pun makin asyik.

Waktu pun tak terasa cepat berputar, dan sudah memasuki malam. Seperti biasa, kami pun makan malam sejenak di atas kepompong dengan pindang kakap ala chep Kapten Suwa yang tak kalah lezatnya dengan pindang meranjat khas Sumsel.

Di tengah kehingan malam. Bos Mulismin yang merupakan Pembina Graha Pena Pishing Club strike Barakuda untuk keenam kalinya. Seekor barakuda seberat 2 kilogram pun berhasil diangkat dan masuk boks ikan.

Malam pun terus beranjak mendekati subuh. Perlahan mentari pun mulai menampakkan dirinya. Berarti hari sudah pagi.

Jelang tengah hari, pompong pun harus melaju menuju Dermaga Sungsang lagi. Berarti kami harus pulang setelah satu malam penuh berburu Barakuda di Karang Hendrik. Benar-benar surga bagi pemancing dan sensasi tersendiri.

Nantikan keseruan mancing di tempat lain yang menantang dengan sensasi berbeda pula. (*)