Pemkab OI Resmi Tutup Usaha Ayam Pedaging

Sekda Ogan Ilir H Muhsin Apdullah saat di temui di ruang kerjanya, Sabtu (19/06). Foto: isro/palpos.id

INDRALAYA, PALPOS.ID – Pemkab Ogan Ilir resmi menutup kegiatan PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS) yang bergerak dibidang produksi ayam pedaging.

Hal tersebut diungkapkan langsung Sekda Pemkab Ogan Ilir H Muhsin Abdullah, Sabtu (19/06). Kepada media ini, Abdullah mengungkapkan, penutupan itu berdasarkan tiga faktor utama yakni faktor Administrasi belum lengkap, Komponen penunjang yang kurang dan limbah yang tidak ramah lingkungan.

“Terkait PT SMS, itu sudah kita tutup tidak boleh ada kegiatan produksi lagi disana, sampai pihak PT tersebut memenuhi persyaratan Administrasi, berupa izin maupun lingkungan yang berdampak pada msyarakat sekitar,” jelasnya.

Dikatakan Abdullah, pihaknya tidak mempersulit bagi mereka yang ingin mendirikan perusahaan dengan catatan mentaati peraturan yang berlaku.

“Kita tidak mempersulit mereka yang mau usaha, asalkan sesuai aturan. Kita juga senang karena dengan adanya prusahaan ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat juga ikut perpartisipasi dalam  memajukan daerah,” tambah Abdullah.

Disampaikan Abdullah apabila pihak PT SMS tersebut setelah dicabut izin usahanya masih tetap beroperasi maka pihaknya tidak segan-segan memberikan sanksi kepada perusahaan tersebut.

“Kalau sudah di tutup masih beroperasi, maka ini jelas sudah melanggar ketentuan maka kita akan berikan sanksi pidana, sesuai proses hukum yang berlaku,” tutupnya.

Dikatakan sebelumnya, lantaran puluhan warga Desa Lorok Kecamatan Inderalaya Utara Kabupaten Ogan Ilir (OI) melakukan aksi demo, Kamis (27/05) lalu yang menuntut penutupan PT Semesta Mitra Sejahtera (SMS) prusahaan yang memroduksi ayam pedaging, membuat  Wabup Ogan Ilir H Ardani pada Saptu, (29/05), mengecek langsung kondisi PT SMS bahkan langsung turun ke kandang ayam melihat aktivitas yang terjadi. Namun perusahaan saat itu sedang stop beroperasi.

“Sebenarnya kita sudah menurunkan tim dari BLH Pemkab OI bahkan tim dari Pemprov Sumsel juga sudah ada untuk mengecek langsung kondisi dan aktivitas yang dilakukan oleh PT SMS yang bergerak dibidang memroduksi ayam pedaging. Bahkan saya mengecek langsung dan melihat kandang ayamnya. Ternyata memang ada kendala, saluran airnya menimbulkan bau busuk dan kalau saat berproduksi kata warga debunya berterbangan dan ini harus dicarikan solusi,” jelas Ardani ketika meninjau lokasi PT SMS bulan lalu.

Berupa penutupan PT SMS, wabup kembali menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil kerja dan rekomendasi dari tim yang dibentuk.

“Yang jelas kita lakukan sesuai hasil rekom, kita bekerja sesuai aturan. Nanti hasil dari tim apa rekomnya  akan dipenuhi. Ke depan saya berharap stiap ada usaha-usaha harusnya memberdayakan masyarakat sekitar, kecuali yang membutuh keahlian khusus,” kata Ardani. (*)

Editor: Bambang Samudera