PT Jasa Raharja Terapkan PRIME Dalam Pelayanan

Abubakar Aljufri . Kepala PT Jasa Raharja cabang Sumsel. foto: umnah/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pandemi Covid-19 yang sudah sejak Maret 2019 lalu menjadi masalah bagi seluruh sektor kehidupan terkhusus di kota Palembang, hingga pemerintah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat tidak diizinkan untuk keluar rumah, jika keadaan tidak mendesak dan tidak bahaya.

Dengan diterapkannya PPKM bahkan Lockdown diberbagai wilayah, membuat angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia khususnya di kota Palembang menjadi menurun. Hal ini dikatakan oleh Kepala PT Jasa Raharja  Cabang Sumatera Selatan, Abubakar Aljufri saat ditemui di Rumah Dinas Walikota Palembang, Jumat, (18/06) kemarin.

“Karena pemberlakuan PPKM ini alhamdulillah tingkat kecelakaan lalu lintas kita di tahun 2019 sampai 2020 menurun sekitar 34 persen dari tahun sebelum covid. Karena saya kira pembelakuan PPKM juga sangat ketat ya, sehingga tingkat pengendara juga berkurang,” katanya.

Namun penurunan tersebut tidak bertahan lama, pasalnya angka kecelakaan lalu lintas kembali naik pasca dibelakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Maysrakat (PPKM) Mikro.

“Nah kembali meningkat angka ini saat masyarakat sudah kembali diperbolehkan keluar rumah asal menerapkan protokol kesehatan (Prokes) seperti pakai masker, cuci tangan, social distancing. Itu meningkat lagi di akhir 2020 hingga bulan Mei 2021,” tambahnya.

Abubakar menjelaskan jika pihaknya mencatat dari bulan Januari hingga Mei 2021, pihaknya telah memberi santunan sebesar 18,4 Milyar untuk para korban kecelakaan lalu lintas.

“Kalau pertahun sekitar 34,8 Milyar. Dan program kita bagi korban kecelakaan lalu lintas itu wajib 1×24 jam sudah turun kelapangan. Keluarga korban tidak boleh ke kantor, tapi kita yang akan mendatangi pihak keluarga korban kecelakaan. Karena kita menerapkan PRIME yaitu Pro Aktif, Ramah, Ikhlas, Mudah dan Empatik,” tegasnya.

Saat ini menurutnya, kecelakaan lalu lintas banyak dialami oleh pengendara roda dua dengan jumlah hampir mencapai 70 persen.

“Jadi inilah yang terus kita upayakan, yaitu melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menggunakan standar keamanan dalam berkendara. Besaran santunan meningkat dari Rp. 25 Juta sekarang Rp. 50 Juta. Karena kalau ada kecelakaan, ada biaya ambulance Rp. 500 ribu asalkan kecelakaannya dilaporkan kepada kita PT Jasa Raharja,” tutupnya.(*)