Racuni Mertua Hingga Tewas, Dewi Asmara Terancam Hukuman Mati

Suasana persidangan virtual terdakwa Dewi Asmara di PN Kayuagung, Rabu (23/6).(Foto:Dian/Palpos.id)

KAYUAGUNG, PALPOS.ID – Menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kayuagung, Kabupaten OKI,  Dewi Asmara (49), Warga Desa Tulung Selapan, terdakwa  yang tega meracuni Noni yang tak lain adalah mertuanya sendiri hingga tewas, terancam hukuman mati dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Rabu (23/06).

Dalam dakwaan JPU Sosor Panggabean SH pada sidang yang digelar secara virtual dan diketuai oleh Majelis Hakim I Made Gede Mariana SH tersebut  terdakwa melanggar Pasal 340 dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati.

Sementara terdakwa sendiri mendengar dakwaan tersebut dari Lembaga Pemasyarakatan Kayuagung dan didampingi Penasihat Hukumnya dari Posbakum yakni, Candra Eka Septawan SH.

Diketahui, saat JPU membacakan dakwaannya, perbuatan terdakwa terjadi pada, Jum’at (7/3) sekitar pukul 08.15 WIB lalu di Desa Lesung Itam, Kecamatan Tulung Selapan. Dimana motor terdakwa ialah karena merasa kesal dengan keluarga suaminya itu.

Kejadian bermula, saat dia melihat korban yang sedang memasak pindang salai. Setelah itu terdakwa keluar dari rumah sebentar lalu masuk lagi sesaat korban selesai memasak. Disaat itulah dia memberikan pindang teraebut dengan racun biawak.

Korban sendiri memakan masakan pindang yang telah diracuni itu, sehingga tidak lama kemudian merasa kesakitan dan memanggil keponakannya. Tetapi, korban yang masih lemas lalu memanggil bidan. Lantaran ada sakit magh, maka bidan memberikan obat magh dan diminumnya.

Selanjutnya, terlihat dari mulut korban mengeluarkan busa hingga akhirnya dia meninggal dunia. Dan karena ketakutan melihat korban sudah tiada, terdakwa melarikan diri ke hutan.

Kemudian, berdasarkan hasil penelitian laboratorium, korban meninggal dunia karena makan masakan yang telah dicampur racun biawak oleh terdakwa.

Usai pembacaan agenda dakwaan tersebut, Majelis hakim menunda persidangan dan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. (*)

Editor : Umnah