Warga Resah, Jembatan Penghubung  Desa Pauh-Ketapat Bening Rusak

Kondisi Jembatan Sungai Ampalau yang saat ini dikeluhkan warga Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara.(Foto:Alam/Palpos.id)

MURATARA, PALPOS.ID – Masyarakat Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara resah akibat jembatan Ampalau penghubung Desa Pauh-Ketapat Air Bening sudah rusak.

Karena dipangkal jembatan sudah mengalami kerusakan dan juga dibadan jembatan sudah retak, sehingga membuat warga merasa khawatir untuk melintasi jembatan tersebut. Padahal jembatan itu merupakan jalan penghubung dua Desa.

Menurut informasi jembatan tersebut dibangun tahun 2019 dengan menggunakan APBD dengan anggaran milliaran Rupiah. Akan tetapi sangat disayangkan tidak sesuai dengan kualitas pembangunan dan dinilai hanya menghambur-hamburkan anggaran saja.

Andi (40) salah satu warga Desa Pauh mengatakan bahwa kondisi jembatan sudah rusak, seperti dipangkal jembatan yang retak dan juga lantainya mengalami keretakan. Dengan begitu membuat warga merasa kuwatir untuk melintasi jembatan tersebut.

“Ini kan akses jalan utama penghubung Dua Desa Pauh-Ketapat Air Bening. Kondisi jembatan seperti itu membuat warga takut untuk melewati jembatan dan yang dikhawatirkan jembatan tersebut ambruk,” ungkapnya pada Minggu (27/06).

Ia menjelaskan dari awal pembangunan jembatan tidak dipasang papan plang, sehingga dinilai seperti tertutup mengenai anggaran untuk pembangunan jembatan.

“Ya memang tidak ada dipasang papan plang, dan bisa dikatakan tidak transparansi kepada masyarakat berapa anggaran yang disediakan untuk pembangunan jembatan,” jelasnya.

Menurutnya, pastinya anggaran yang disediakan oleh pemerintah sangat lah besar, akan tetapi sangat disayangkan kualitas pembangunan tidak sesuai dengan anggaran yang dikeluarkan.

“Kita menilai pembangunan jembatan asal asalan dan tanpa memikirkan kualitas, hanya memikirkan keuntungan semata,” tuturnya.

Senada dengan hal itu, Aau warga yang sama berharap agar jembatan itu dapat diperbaiki oleh pemerintah, karena ini merupakan akses penghubung jalan satu satunya yang lebih dekat.

“Akses jalan ini satu satunya penghubung Desa Pauh-Ketapat Bening. Jadi harapan kami agar dapat diperbaiki dan jangan sampai setelah memakan korban jiwa baru ingin diperbaiki,” harapnya.(*)

Editor : Umnah