Komisi IV Dukung Pembelajaran Tatap Muka

Ketua Komisi IV menghadiri rapat koordinasi bersama Asisten III dan Kepala Dinas Pendidikan. (Foto : Ozi/Palpos.id)

MUARA ENIM, PALPOS.ID –  Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Muara Enim Jonidi SH, mendukung langkah Dinas Pendidikan Muara Enim untuk membuka kembali proses belajar dan mengajar secara tatap muka tingkat TK, SD dan SMP.

Namun proses belajar tatap muka nantinya harus tetap dilakukan dengan hati-hati mengingat wilayah Kabupaten Muara Enim masih menghadapi pandemi Covid-19.

“Kebijakan pembelajaran tatap muka terbatas boleh dilakukan setelah pemerintah selesai memberikan vaksinasi kepada tenaga pendidikan,” ujar Jonidi saat menghadiri rapat kordinasi bersama Asisten III Ir Maryana dan Kepala Dinas Pendidikan Irawan Supmidi SPd SMn MM, Rabu (30/6) petang.

Lanjutnya, pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah diperbolehkan. Akan tetapi, kata dia, penyelenggaraannya dilakukan dengan berbagai prasyarat seperti harus dilakukan pada daerah dengan zona hijau, kuning dan orange, sesuai edaran surat 4 mentri dan gubernur kepada pemerintah daerah masing-masing.

“Sedangkan untuk wilayah kecamatan berstatus zona merah di Kabupaten Muara Enim yakni Kecamatan Lawang Kidul dan Kecamatan Muara Enim tetap melakukan pembelajaran melalui daring,” katanya.

Kemudian, bagi orang tua yang tidak menginginkan anaknya tatap muka, itu keputusan mereka untuk anaknya masih di rumah, ujung-ujungnya keputusan itu ada di orang tua. Tapi saat guru sudah divaksinasi, sekolah wajib memberikan opsi tatap muka terbatas.

Disisi lain, lanjutnya, Pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sudah berlangsung selama satu tahun lebih, dirinya menilai dapat berpotensi menimbulkan dampak sosial negatif yang berkepanjangan. Risiko siswa penurunan capaian belajar dan risiko eksternal lainnya.

“Kita minta pihak penyelenggara pendidikan harus benar-benar memastikan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan membatasi jumlah siswa hingga pemberlakuan sistem shift harus tetap dilaksanakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Asisten III Ir Maryana, mendukung rencana sosialiasi Dinas Pendidikan untuk membuka kembali proses belajar dan mengajar secara tatap muka tingkat TK, SD dan SMP. Namun, sebelum menggelar pembelajaran tatap muka Dinas Pendidikan harus bisa memastikan terlebih dahulu kesiapan dari sekolah-sekolah yang ada terkait sarpras kesehatan atau prokesnya.

“Melaksanakan pembelajaran tatap muka di masa pandemi seperti sekarang ini tentu prokes harus menjadi hal utama yang diterapkan. Ini merupakan upaya agar warga sekolah terhindar dari paparan Covid-19,” imbuhnya. (*)