Pilgub Bakal Diwarnai Wajah Lama, Nanan Jadi Calon Wagub Potensial

Bagindo Togar Butar-butar. (Foto : Istimewa)

PALEMBANG, PALPOS.ID – Pemilihan gubernur dan wakil Gubernur Sumsel masih beberapa tahun lagi. Namun, banyak yang memprediksi Pilgub Sumsel masih diwarnai wajah-wajah lama yakni H Herman Deru dan H Dodi Reza Alex.

Pengamat Politik Sumsel, Bagindo Togar Butar-butar mengatakan, bila melihat peta politik yang ada saat ini, kemungkinan besar pilgub Sumsel 2024 masih akan diwarnai wajah-wajah lama, terutama untuk Sumsel satu masih akan diikuti Herman Deru dan Dodi Reza Alex Noerdin.

Meskipun Namun untuk posisi wakil, Bagindo mengatakan, sampai saat ini keduanya masih belum menentukan siapa yang akan mendampingi dalam pertarungan 2024 mendatang. Masuknya beberapa nama tokoh tokoh-tokoh Sumsel lainnya seperti, Walikota Lubuk Linggau SN Prana Putra Sohe yang berpindah Partai dari Golkar ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), patut diperhitungkan baik untuk Herman Deru maupun Dodi Reza Alex Noerdin untuk menjadi wakilnya nanti.

Karena menurut Political Observer and Consulting (BTPOC) ini, apabila Nanan sapaan akrab SN Prana Putra Sohe masih berada di Partai Golkar, maka akan menyulitkan dirinya untuk meniti karir sebagai kepala daerah, ataupun wakil tingkat provinsi, mengingat Dodi Reza Alex yang kemungkinan akan maju kembali di Pilgub Sumsel 2024.

Menurut Bagindo, Nanan adalah calon wakil gubernur yang potensial. Karena, selain berpengalaman dalam memimpin suatu daerah, Nanan juga dikenal luas di 3 daerah di Sumsel yakni Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Muratara. “Saat ini hanya ada dua petarung kuat untuk pilgub yakni Herman Deru dan Dodi Reza di Pilgub nanti. Dinamika perpolitikan hari ini, tentu akan menentukan kedepan,” ujarnya, Rabu (30/6/2021).

Ia menilai meski belum dapat dipastikan apakan bertarung sebagai calon Sumsel 1 namun jika melihat dunia politik Sumsel saat ini Nanan lebih tepat bertarung dalam meraih posisi calon Sumsel 2 atau Wakil Gubernur.

“Posisi Wakil Gubernur adalah posisi realistis yang bisa dicapai oleh Nanan dengan memperhitungkan hubungan keterkaitan satu sama lain dari para tokoh politik Sumsel yang ada saat ini,” tuturnya.

Ia menjabarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dekat dengan Nahdlatul Ulama (NU), sementara saat ini Gubernur Herman Deru juga punya jabatan sebagai Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sumsel. Sehingga tidak sulit bagi Herman Deru untuk menggandeng Nanan sebagai wakilnya di Pilgub mendatang.

Begitupun dengan Dodi Reza Alex Noerdin memiliki kedekatan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang mengusungnya saat maju di Pilgub Gubernur 2018 berpasangan dengan Giri Ramandha Kiemas. Berpindahnya Nanan menjadi Kader PKB hal yang menguntungkan bagi Partai Golkar bahkan tidak mungkin Dodi Reza Alex Noerdin untuk menggandeng Nanan sebagai pasangan saat Pilgub 2023 mendatang.

“Tapi setidaknya dengan Nanan pindah partai, Herman Deru maupun Dodi Reza Alex Noerdin yang akan bertarung Pilgub nanti punya banyak pilihan untuk wakilnya ke depan, siapa yang paling bisa memberi kemenangan tentu itu yang akan dipilih (termasuk Nanan),” kata Bagindo.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sumsel, Dodi Reza Alex saat Muscab DPD II Golkar Ogan Ilir, Minggu (27/6/2021)  menyebutkan kepindahan Nanan dari Partai Golkar Ke PKB hal yang menguntungkan bagi Partai Golkar di 2024 mendatang.

Pasalnya Nanan dikenal bersahabat baik dengan Dodi, juga salah satu kader terbaik Partai Golkar sehingga tidak mungkin duet Dodi-Nanan akan muncul ke permukaan pada Pilgub mendatang.

“Pak Nanan itu teman baik Golkar. Tapi kalau Pak Nanan sekarang bergabung dengan partai lain, mungkin tujuannya nanti mau berpasangan (pada Pilkada) dengan Partai Golkar,” kata Dodi saat Muscab DPD II Golkar Ogan Ilir, Minggu (27/6).

Oleh sebab itu, Dodi tidak merasa kehilangan, karena menurutnya Partai Golkar memiliki sahabat di manapun. Seperti halnya di tingkat Pusat dimana terjadi hubungan harmonis antara Partai Golkar dan PKB.

“Beliau (Nanan) sekarang dengan partai lain, jadi nilai tambahnya lebih tinggi. Tapi ini tidak menjadikan kita kehilangan sahabat, justru semakin kuat,” kata Dodi.(rilis)