Anggota KPU Prabumulih Dipecat, Ketua KPU Prabumulih: Kasusnya Bukan Institusional

Marjuansyah SIP, Ketua KPU Kota Prabumulih. Foto: prabu/palpos.id

PRABUMULIH, PALPOS.ID – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih, Marjuansyah SIP mengaku, telah mengetahui salah satu anggotanya bernama Andrey Swantana telah diberhentikan oleh Dewan Kehoramatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Republik Indonesia (RI).

Menurut Marjuansyah, dirinya mengikuti persidangan yang diselenggarakan DKPP RI dengan agenda pembacaan keputusan tersebut secara virtual, Rabu (30/06).

“Bukan cuma mengetahui, tapi ikut langsung persidangan secara virtual,” ujar Marjuansyah ketika dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (30/06), sembari mengatakan terkait keputusan itu pihaknya menerima apa adanya. “Karena putusannya sudah final,” ungkapnya.

Marjuansyah menuturkan, kasus yang melibatkan anggotanya itu bukanlah bersifat institusional. “Kasusnya bukan institusional tapi lebih ke oknum penyelenggaranya,” tegasnya.

BACA JUGA: Langgar Kode Etik, Oknum Komisioner KPU Prabumulih Diberhentikan

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Juan itu menuturkan, terkait putusan DKPP itu pihaknya akan menunggu surat pemberhentian secara resmi dari KPU RI.

“Yang jelas karena sesuai keputusan DKPP diberi waktu maksimal 7 hari, kami KPU Prabumulih menunggu SK (pemberhentian) dari KPU RI maksimal 7 hari terkait pemberhentian tetap itu,” tuturnya.

Terkait masalah pengganti antar waktu (PAW) sambung Marjuansyah, hal itu merupakan kewenangan dari KPU Provinsi Sumatera Selatan. “Proses PAW nanti dari provinsi yang mengeluarkan, provinsi disampaikan ke KPU RI,” ucapnya.

Masih kata Marjuansyah, KPU Kota Prabumulih dalam waktu dekat akan menggelar rapat pleno. “Paling rapat pleno terkait itu, paling cuma pembahasan terkait langkah-langkah evaluasi serta pengalihan tugas apalagi sekarang lagi ada prosos sosialisasi yang dipelopori oleh bagian itu sosialisasi dan parmas,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisioner KPU Kota Prabumulih, Andry Swantana resmi diberhentikan sebagai anggota KPU Kota Prabumulih oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pemberhentian tersebut, secara resmi dirilis humas DKPP diwebsite DKPP Republik Indonesi, Rabu (30/06).

Dalam keterangan pers tersebut, dijelaskan bahwa Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang kode etik penyelenggara pemilu dengan agenda pembacaan putusan terhadap enam perkara dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) di Ruang Sidang DKPP, Gedung DKPP, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/6/2021) pukul 09.30 WIB.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis, Dr. Alfitra Salamm, Anggota Majelis adalah Prof. Teguh Prasetyo, Didik Supriyanto, S.IP., M.IP., dan Dr. Ida Budhiati, DKPP menjatuhkan sanksi berupa Pemberhentian Tetap kepada Anggota KPU Kota Prabumulih, Andry Swantana, yang menjadi Teradu dalam perkara nomor 123-PKE-DKPP/III/2021.

“Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Anggota KPU Kota Prabumulih, Andry Swantana, sejak putusan ini dibacakan,” kata Ketua Majelis, Dr. Alfitra Salamm. (*)

Editor: Bambang Samudera