APBD TA 2020 Alami Silpa Rp265 Miliar

HNU menyampaikan penjelasan Bupati Muara Enim tentang raperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2020, Kamis (01/07). Foto: diskominfo muara enim

MUARA ENIM, PALPOS.ID  – Penjelasan Bupati Muara Enim Tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020, tak seindah penghargaan yang di raih Pemkab Muara Enim yang telah mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke 8 kali berturut-turut  dari BPK RI.

Bukitnya, realisasi dan penggunaan APBD 2020 yang disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) dalam Rapat Paripurna DPRD ke IV dalam rangka Penjelasan Bupati Muara Enim Tentang Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2020, masih ada Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp265.057.479.765,99.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim Liono Basuki BSc, didampingi Wakil Ketua DPRD Muara Enim dan dihadiri oleh Penjabat Bupati Muara Enim H Nasrun Umar, para anggota DPRD Muara Enim, unsur pimpinan Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Asisten dan para kepala OPD, Kamis (01/07).

HNU menyampaikan, rancangan peraturan daerah Kabupaten Muara Enim tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 telah dilampiri dengan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun 2020yang telah diperiksa oleh BPK-RI.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Nomor 27.A/LHP/XVIII.PLG/05/2021 tanggal 5 Mei 2021, Opini atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2020 adalah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP ini, kata dia, merupakan opini dengan predikat tertinggi yang diberikan oleh BPK terhadap hasil pemeriksaan laporan keuangan.

“Kami menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota dewan dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim sehingga kita telah mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian untuk yang ke-8 kalinya secara berturut-turut sejak Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2013,” katanya.

Selanjutnya, rancangan peraturan daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2020 meliputi Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Neraca, Laporan Arus Kas, Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan yang telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.

Pada Tahun Anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp2.459.721.205.947,50 atau sebesar 100,02 persen dengan rincian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Anggaran sebesar Rp.235.429.255.631,50 terealisasi sebesar Rp248.525.026.749,97 atau sebesar 105,56 persen.

Pendapatan transfer anggaran sebesar Rp1.815.252.264.094,00 terealisasi sebesar Rp1.803.914.972.809,08 atau atau sebesar 99,38 persen. Lain-lain pendapatan daerah yang sah anggaran sebesar Rp409.039.686.222,00 terealisasisebesar Rp.407.736.938.330,82 atau sebesar 99,68 persen.

Kemudian belanja pada tahun anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp2.344.727.151.682,41 terealisasi sebesar Rp.2.080.524.194.673,79 atau sebesar 88,73 persen yang terdiri dari belanja operasi sebesar Rp1.654.293.110.177,42 terealisasi sebesar Rp1.501.901.657.051,01 atau sebesar 90,79 persen.

Lanjutnya, belanja pegawai sebesar Rp830.612.229.546,30 terealisasi sebesar Rp754.378.441.033,00  atau sebesar 90,82 persen. Belanja barang dan jasa sebesar Rp776.535.474.404,10 terealisasi sebesar Rp710.281.604.645,04 atau sebesar 91,47 persen.

Belanja bunga anggaran sebesar Rp7.534.359.327,02 terealisasi sebesar Rp.6.158.881.982,97 atau sebesar 81,74 persen. Belanja subsidi sebesar Rp4.901.820.000,00 terealisasi sebesar Rp3.073.440.000,00 atau sebesar 62,70 persen.

Belanja hibah sebesar  terealisasi sebesar Rp25.676.489.390,00 atau sebesar 79,58 persen. Belanja bantuan sosial semula sebesar Rp2.445.600.000,00 terealisasi sebesar Rp2.332.800.000,00 atau sebesar 95,39 persen.

Belanja modal, kata dia, pada tahun anggaran 2020 dianggarkan sebesar Rp601.093.739.367,50 terealisasi sebesar Rp541.986.171.269,60  atau sebesar 90,17 persen. Kemudian belanja tak terduga sebesar Rp89.340.302.137,49 terealisasi sebesar Rp36.636.366.353,18 atau sebesar 41,01 persen.

Untuk transfer, lanjutnya tahun anggaran 2020 semula dianggarkan sebesar Rp431.754.297.580,00 terealisasi sebesar Rp431.357.478.580,00 atau sebesar 99,91 persen dengan rincian transfer bagi hasil pendapatan sebesar Rp6.981.574.000,00 terealisasi sebesar Rp6.981.574.000,00 atau sebesar 100 persen. Transfer bantuan keuangan sebesar Rp424.772.723.580,00 terealisasi sebesar Rp424.375.904.580,00 atau sebesar 99,91 persen.

Sementara penerimaan pembiayaan sebesar Rp327.465.060.183,95 terealisasi sebesar Rp327.460.012.178,95  atau sebesar 99,99 persen dan pengeluaran pembiayaan  sebesar Rp10.704.816.869,04 terealisasi sebesar Rp10.697.797.049,04 atau sebesar 99,93 persen. Pembiayaan netto sebesar Rp316.760.243.314,91 terealisasi sebesar Rp316.762.215.129,91 atau sebesar 99,99 persen.

“Pada tahun anggaran 2020 terdapat sisa lebih perhitungan anggaran (SiLPA) sebesar Rp265.057.479.765,99. Selanjutnya, diharapkan rancangan peraturan daerah Kabupaten Muara Enim tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 kiranya dapat dibahas untuk mendapatkan persetujuan bersama,” ujarnya. (*)

Editor: Bambang Samudera