Kapolres OI Resmikan Program Bantuan Bedah Rumah dari Kapolda Sumsel

Kapolres OI AKBP Yusantiyo Sandy Saat Menyelahkan dokumen kepada Sulaiman Salah Seorang Yang Mendapatkan Program Bedah Rumah Dari Kapolda Sumsel. (Foto : Isro/Palpos.id)

INDRALAYA,PALPOS.ID – Jajaran Kepolisian Risor (Polres) Ogan Ilir (OI) menyambangi salah seorang warga yang mendapatkan program bedah rumah dari Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Herry.

Adalah rumah Sulaiman dan Nurhayati yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan jagat media massa dan sosial media karena tempat tinggalnya yang dinilai tidak layak serta ditambah harus tinggal bersama ayam peliharaanya.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantyo Shandy SH, Serta dihadiri oleh Kabagren Polres OI Kompol Triyono HP, S.Sos, Kasat Samapta Polres OI AKP Mujamik Harun, Kapolsek Pemulutan Iptu Iklil Alanuari, ST, Danramil Pemulutan Kapten Inf. Mukhtar, Camat Pemulutan M. Zen, Waka Polsek Pemulutan Iptu Ahmad Rosyidi, jajaran Polsek pemulutan lainya serta pemerintah setempat.

Ikut hadir juga dalam kegiatan tersebut Mahasiswa KKN UIN dan tokoh adat, tokoh masyarakat  dan masyarakat desa Teluk Kecapi.

Pelaksanaan kegiatan peresmian dan penyerahan dokumen bedah rumah oleh Kapolres Ogan Ilir ini juga merupakan salah satu bentuk syukur dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-75.

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Ogan Ilir, mengucapkan terimakasih. “Kepada seluruh jajaran dan pihak-pihak yang yang telah membantu pembangunan bedah rumah bapak Sulaiman dan ibu Nurhayati di Desa Teluk Kecapi Kecamatan Pemulutan, Kabupaten OI saya ucapkan terimakasih dan saya apresiasi sebesar-besarnya,” jelas Yusantiyo Sandy

Yusantiyo menyampaikan kegiatan yang dilakukan di Desa Teluk Kecapi Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir ini dilaksanakan pada, Kamis (1/07) Sore. Kegiatan berakhir dengan lancar dan kondusif hingga selesai.

“kegiatanya kondusif, selain itu juga ikut serta mahasiswa/i dari UIN Raden Fatah yang saat ini sedang melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata(KKN). Agar mereka dapat belajar banyak di lapangan,” tutupnya.(*)

 

Editor : Umnah