Nasib Office Boy RSUD Indralaya Ditangan Pihak Ketiga

RSUD Ogan Ilir. foto: humas pemkab OI

INDRALAYA, PALPOS.ID – Tenaga kerja Office Boy (OB) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indralaya, mengeluhkan akan statusnya sebagai tenaga cleaning service.

Kini nasibnya terombang-ambing karena hadirnya pihak ketiga yang menjadi pemenang tender telah menjalin kerjasama memegang tanggungjawab atas kebersihan seluruh gedung RSUD Indralaya tersebut, Kamis(01/07).

Salah seorang dari 37 Cleaning Servis di RSUD berinisial R (38) mengungkapkan, salah satu persyaratan yang diminta pihak ketiga harus memiliki Ijazah minimal tamatan SMA/sederajat.

“Kami dengar salah satu persyaratan diminta adalah ijazah tamatan SMA, sedangkan kami kebanyakan merupakan lulusan SD dan SMP,” terang R kepada media, Kamis (01/07).

Namun menurut R, dirinya dan rekan satu profesinya ini diminta memaksukkan ulang surat lamaran pekerjaan ke RSUD agar bisa kembali bekerja lagi.

“Kita disuruh memasukkan ulang berkas lamaran, agar bisa kembali bekerja. Katanya Akan diambil sebagian saja,” tambahnya.

R pun tidak mengerti dengan kebijakan yang diambil pihak RSUD tersebut. “Kami tidak mengerti tentang kebijakan tersebut, yang katanya ada pihak ketiga akan mengambil alih dan menetapkan persyaratan yang salah satunya tamatan SMA,” tambahnya.

Dikatakan R, selama bekerja, dirinya merasa sudah sepenuh hati melaksanakan tugasnya sebagai tenaga kebersihan di RSUD tersebut. “Kami sudah bekerja sesuai kewajiban kami nyapu, ngepel, membersihkan WC dan lainnya. Bahkan kami sering disuruh membersihkan kasur pasien yang mana itu adalah tugas perawat,” tambanya lagi.

Dirinyapun mengungkapkan, honor yang didapatkan tidaklah sebanding dengan apa yang dikerjakanya. “Saya sudah bekerja selama 6 tahun disini, dulu kami digaji Rp500 Ribu dalam satu bulan. Satu tahun terakhir naik menjadi Rp650 ribu. Dan belakangan gaji kami nunggak selama 5 bulan, dan baru dicairkan kemaren,” paparnya.

R pun pengaku sering diintimidasi atasannya agar tidak mengungkapkan kejadian ini kepada siapapun. “Kami dilarang dan diancam agar tidak mengatakan pada siapapun,” ucapnya.

Sementara pihak RSUD saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa penanganan untuk Office Boy tersebut sudah dilimpahkan kepada pihak ketiga.

“Untuk penanganan terhadap cleaning servis ini kita sudah serahkan kepada pihak ketiga, dan ini resmi. Karena yang menentukannya juga dari Upaya Pemantauan Barang Dan Jasa (UPL) Pemkab Ogan Ilir,” papar Kabag Humas RSUD Indralaya drg Ratih Kurniawati Mkes, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (30/06).

Dikatakan Ratih, kebijakan tersebut diambil oleh pihak rumah sakit karena berdasarkan anggaran yang telah ditetapkan. “Kebijakan berdasarkan nilai anggaran yang sudah kita tetapkan dan dalam persyaratannya terdapat meter persegi mengharuskan adanya pihak ketiga menanganinya,” terangnya.

Namun pihak RSUD masih engan untuk mengatakan siapa pihak ketiga yang memenagkan tender sebagai penanggung jawap dan pengelola kebersihan di 15 gedung RSUD indralaya tersebut. “Pihak ketiganya sudah ada, tetapi kita belum tahu dari PT mana karena belum bertemu,” tambahnya.

Dikatakan Ratih terkait kebijakan dan persyaratan penyeleksian calon pekerja Office boy sendiri sudah diserahkan pihak RSUD kepada pihak ketiga sebagai pemenang tender.

‘’Untuk pensyaratanya itu berdasarkan bihak ketiga dan memang kemaren kita lihat untuk persyaratannya memang minimal tamatan SMA sederajat. Dan itu adalah hak dan keputusan pihak ketiga,” terangnya.

Ratihpun membantah adanya intimidasi terhadap 38 tenaga kebersihan RSUD Indralaya tersebut. “Tidak ada intimidasi kok, kita welcome aja siapa yang mau datang dan kami tidak memaksa mereka untuk berbicara kepada siapapun, bahkan saya tadi diskusi sama mereka, mereka masih mau bekerja untuk satu minggu kedepan dan kita akan lihat yang mana kerjanya baik, rajin agar bisa kita usulkan agar dapat bekerja kembali,” papar ratih.

Namun dikatakan Ratih pihaknya telah berupaya untuk melakukan seleksi agar tenaga kebersihan yang lama bisa diberdayakan kembali.

“Kami lakukan akumodir terhadap berkas lamaran mereka agar mereka tidak susah. Nantinya kita akan serahkan kepada pihak ketiga dan mereka yang melakukan seleksi kepada  terhadap 38 clieaning servis dan  semoga masih di butuhakan dan bisa di berdayakan. Kita punya 15 gedung dan satu gedungnya itu sebelumnya hanya punya dua tenaga kebersihan kami nilai ini masih kurang, seharusnya ada empat dalam satu gedung yang dibagi daalam dua shif,” jelasnya. (*)

Editor: Bambang Samudera