Tergiur Upah Rp7 Juta Perminggu, Pengangguran Nekat Jadi Kurir Narkoba

Kasat Narkoba, AKBP Andi Supriadi menginterogasi tersangka Indra Saputra, Jumat (02/07). Foto: mizon/palpos.id

PALEMBANG, PALPOS.ID – Tergiur upah Rp.5 hingga Rp.7 juta perminggu dari  bandar narkotika jenis sabu, membuat Indra Saputra (35), nekat menggeluti dunia narkoba sebagai kurir.

Akibatnya, pemuda asal Dusun III, Desa Taja Mulya, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin yang berdomisili di Jalan Bay Pass Alang Alang Lebar, Lorong Pinang Emas, Kelurahan Tanah Mas, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin ini ditangkap Tim VII Satres Narkoba Polrestabes Palembang, Rabu 30 Juni 2021, sekitar pukul 15.10 WIB.

“Anggota kita sudah dua minggu memantau pelaku ini. Penangkapan berdasarkan informasi masyarakat yang langaung kita tindak lanjuti,” kata Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi, didampingi Kanit VII, AKP Tohirin, Jumat (02/07).

Dari tersangka, kata Andi, berhasil diamankan barang bukti berupa 6 paket sabu seberat 52,86 gram, satu timbangan digital, tiga bal plastik klip bening, dua pipet berbentuk sekop, satu ponsel, dan satu tas selempang.

“Kita masih menggali keterangan dari tersangka untuk melakukan pengembangan lebih lanjut, hingga penyuplai narkotika ini tertangkap,” ujarnya.

Dikatakan Andi, jika status tersangka Indra Saputra, hanya sebagai kurir dan bukan pengedar atau bandar. “Pengakuan tersangka hanya sebagai kurir. Dia diupah Rp 5 hingga Rp.7 juta perminggu. Sementara sabu sendiri didapat dari seorang bandar berinisial K (buron) yang berasal darii luar Kota Palembang,” pungkasnya.

Sementara, Indra Saputra membenarkan jika dirinya hanya sebagai kurir yang diupah oleh bandar inisial K. “Saya terpaksa jadi kurir karena tidak ada kerjaan, dan upahnya menggiurkan,” katanya. (*)

Editor: Bambang Samudera