25 Maret 2019 19:25

Adu Tangkas Panjat Tebing di Lahat

LAHAT - Guyuran hujan yang turun di Bumi Seganti Setungguan, Minggu (17/2), tidak mengurangi minat peserta panjat tebing. Sebanyak 120 orang dari pelajar dan...

Joko Driyono Jadi Tersangka

Dalam Kasus Dugaan Match Fixing JAKARTA,PALPOS.ID - Pelaksana tugas Ketua Umum PSSI Joko Driyono akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor (match fixing). Penetapan ini diumumkan setelah polisi melakukan penggeledahan di Apartemen Taman Rasuna Tower 9, tempat Joko Driyono tingggal, Kamis (14/2). "Sudah kami tetapkan (Joko Driyono-red) sebagai tersangka sejak kemarin (Kamis-red)," ujar Ketua Tim Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi Fajar Indonesia Network, Jumat (15/2). Penetapan Joko Driyono sebagai tersangka menambah deretan panjang episode pengaturan di kancah sepakbola Indonesia. Joko Driyono merupakan tersangka ke 15 dalam kasus pengaturan skor ini. Berawal dari laporan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani yang berkicau mengenai adanya pengaturan skor, sejumlah nama besar ikut diseret. Mereka diantaranya anggota Komite Eksekutif Johar Lin Eng dan anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto ditahan satgas. Namun dalam kasus ini, polisi tidak menahan Joko Driyono. Polisi hanya mencekalnya pergi ke luar negeri. Surat pencekalan kepergian telah dikirim Jumat (15/2) kemarin. "Sudah, tidak kami tahan, hanya dicekal ke luar negeri hingga 20 hari ke depan," jelasnya. Hal senada diungkapkan Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Ia mengatakan, Joko Driyono ikut hadir dalam penggeledahan kemarin. Sebelumnya Satgas Antimafia Bola Polri menggeledah apartemen milik Plt Ketua PSSI Joko Driyono di Apartemen Taman Rasuna Tower 9 lantai 18, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (14/2) malam. Dedi Prasetyo, mengatakan penggeledahan apartemen milik Joko Driyono itu telah mendapatkan penetapan dari PN Jakarta Selatan, bernomor 007/Pen.Gled/2019/PN.Jkt.Sel dan nomor 011/Pen.Sit/2019/PN.Jkt.Sel. "Tim punya dasar hukum untuk lakukan penggeledahan tersebut. Hasilnya, malam itu tim berhasil menyita banyak barang bukti yang diduga terkait kasus pengaturan skor, di antaranya ada banyak buku tabungan ada kartu kredit dan sejumlah uang," kata Dedi,Jumat (15/2). Menurut Dedi, penggeledahan itu dilakukan dalam rangka penyidikan kasus pengaturan skor di Liga 2 yang sedang dikembangkan tim satgas, guna kemungkinan penetapan dari tersangka baru dalam kasus tersebut. Namun demikian, saat ditanya adakah kemungkinan Joko Driyono dijadikan tersangka, Dedi mengaku, belum bisa memastikan. Saat ini, katanya, penyidik perlu menguatkan alat bukti sebelum menetapkan seseorang sebagai tersangka. "Kemungkinan ada tersangka baru sangat terbuka, tapi mekanisme untuk menetapkan tersangka tentunya Satgas menerapkan standar kehati-hatian. Juga untuk menghargai asas praduga tak bersalah. Artinya, dalam hal ini penyidik betul-betul menguatkan alat bukti,clear. Dalam mekanisme gelar nanti diumumkan tersangka," ungkapnya. Penggeledahan tersebut, tidak cuma digelar di apartemen milik Joko Driyono, tapi juga di ruangan kerjanya di kantor PSSI. "Penggeledahan semalam dilakukan di dua lokasi, di rumahnya (apartemen) dan kantor PSSI, yakni ruang kerjanya JD (Joko Driyono). Tim menggeledah hingga, Jumat (15/2) pagi," jelasnya. Setelah tim selesai melakukan penggeledahan di apartemen milik Joko Driyono, tim langsung menuju ke kantor PSSI. "Untuk barang bukti yang kita sita banyak yah, di apartemen pak JD. Sedangkan, untuk di ruang kerjanya diamankan 9 item yang langsung disita oleh penyidik untuk dijadikan barang bukti," kata Argo. "(Barang bukti) salah satunya ada handphone, BPKB, ada kunci kantor dan sebagainya kita sita ada 9 item. Kemudian penyidik tadi dengan bawa barbuk yang sudah diketahui oleh yang punya dan barbuk kita bawa ke Polda Metro," sambungnya. Seperti diketahui, Joko Dtiyono Januari lalu, dalam Kongres Tahunan PSSI, dia ditunjuk sebagai Plt ketua umum. Sebab, Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi memilih mengundurkan diri untuk berkonsentrasi sebagai gubernur Sumatera Utara. Joko Driyono berserta tersangka lain akal dijerat dengan dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan, dan/atau tindak pidana suap, dan/atau tindak pidana pencucian uang. Hal ini sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP dan/atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan/atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.(mhf/fin/wsa) Barang bukti yang diamankan Polisi dari Apartemen Joko Driyono: - 1 buah laptop merek Apple warnasilverbesertacharger - 1 buah iPad warnasilverbesertacharger - Dokumen-dokumen terkait pertandingan - Buku tabungan dan kartu kredit - Uang tunai - 4 buah bukti transfer (setruk) - 3 buahhandphonewarna hitam - 6 buahhandphone - 1 bundel (dokumen) PSSI, 1 buku catatan warna hitam, dan 1 bukunotekecil warna hitam - 2 buahflash disk - 1 bundel surat - 2 lembar cek kuitansi - 1 bundel dokumen - 1 buah tab merek Sony warna hitam Sumber: Satgas Antimafia Bola  

Profesional Esport Wakili Region Sumatera Pada Laga Nasional

PALEMBANG, PALPOS.ID – Permainan Game Online yang saat ini tengah digandrungi oleh remaja milenial telah diresmikan menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan. Bahkan pada perhelatan...

KEMBALI KE JALUR JUARA

Atletico Madrid 1 vs Real Madrid 3 MADRID, PALPOS.ID - Real Madrid sepertinya sudah bisa move on pasca ditinggal Zinedine Zidane dan Cristiano Ronaldo. Lebih...

HD Apresiasi JSC Tuan Rumah Triathlon 2019

PALEMBANG, PALPOS.ID - Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru membuka Palembang Triathlon 2019 yang diselenggarakan oleh PT Rocca Karya dengan Start di Danau Opi...

Kontrak Habis, Rangga Tak Lagi Perkuat SFC

PALEMBANG - Rangga Pratama kiper yang sudah bersama Sriwijaya FC sejak tahun 2017 ini sepertinya sudah tidak lagi di pertahankan oleh managemen Sriwijaya FC...

7 Prestasi Liliyana Natsir di Kancah Bulutangkis Dunia

JAKARTA - Liliyana Natsir akhirnya menggantungkan raket kesayangannya setelah 17 tahun berjuang di tim nasional bulutangkis Indonesia. Keputusan Liliyana Natsir meninggalkan bulutangkis yang dicintainya...

Pasca Edy Rahmayadi Mundur, Ini Hasil Kongres PSSI di Bali

BALI - Kongres Tahunan PSSI 2019 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Minggu (20/1), telah usai. Hasilnya, voter mayoritas mendukung Joko Driyono menjadi Plt...

Rashford Bawa Manchester United Menang

MANCHESTER - Bomber Manchester United, Marcus Rashford, berhasil mencetak satu gol saat timnya menang 2-1 atas Brighton and Hove Albion pada lanjutan pertandingan Liga...

Fahri: Prabowo Subianto Mirip Bung Karno

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Pidato Kebangsaan Prabowo - Sandi, gagal mengesankan calon presiden Prabowo Subianto sebagai sosok yang menyeramkan. Fahri menilai...

Ikuti Kami

318FansSuka
268PengikutMengikuti
511PengikutMengikuti

Kesehatan

Waspadai Gejala Kanker Darah

  PALEMBANG, PALPOS ID – Kanker darah kembali menjadi penyakit yang menjadi topik pembicaraan hangat, menyusul informasi terkait Ibu Negara ke-6 Ani Yudhoyono yang divonis...

Hindari Penyakit Stroke dengan 5 Langkah Sehat ini

jpnn.com - Penyakit stroke seperti yang pernah dialami oleh mendiang Nukman Luthfie dan Robby Tumewu – bisa terjadi akibat sumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya...

Ketahui Bahaya Sering Minum Soda bagi Ibu Hamil

jpnn.com - Selama kehamilan, keinginan untuk mengonsumsi makanan maupun minuman tertentu terkadang tidak dapat ditahan. Anda yang tadinya minum soda setiap hari, harus lebih memperhatikan kebiasaan...

Satu Muncikari Artis Kembali Ditangkap Polda Jatim

jpnn.com, SURABAYA - Muncikari artis bernama Fitri yang selama ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya berhasil ditangkap jajaran Polda Jatim, Senin (14/1) malam. Wanita kelahiran...

Satgas Antimafia Bola Tetapkan 5 Tersangka Baru

jpnn.com, JAKARTA - Satgas Antimafia Bola menetapkan lima orang tersangka baru dari kasus dugaan pengaturan skor yang dilaporkan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Kabid Humas Polda...